February 2017
2. Penambahan ramuan herbal/ probiotik pada pakan jangkrik.
Lanjutan dari artikel : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1217330128385397&substory_index=0&id=653011431483939
www.rajajangkrik.com

Pada saat cuaca ekstrim ataupun pada musim ternak sepanjang tahun, ada beberapa petani senior yang menambahkan ramuan herbal dan probiotik untuk menambah daya tahan tubuh jangkrik.

Adapun ramuan herbal yang dipakai bisa berupa ramuan racikan sendiri ataupun ramuan probiotik yang sudah dijual bebas dipasaran.


Untuk meramu sendiri bahan herbal, bahan-bahan, langkah yang dilakukan dan aplikasi ke jangkriknya adalah sebagai berikut.
Bahan :
Jahe 0,5 ons
Kunyit 2 ons
Bawang putih 3 siung
Bawang merah 5 siung
Daun pepaya 1 genggam
Daun jambu batu 1 genggam
Sambiloto secukupnya
Gula aren 2 ons
Telur bebek 1butir
Air kelapa 1 liter

Semua bahan disiapkan dalam keadaan segar, tidak busuk dan tidak berjamur.
Tanpa dicuci, blender semua bahan padat tersebut menjadi satu, kemudian campurkan air kelapa ke dalam bahan yang sudah di blender, setelah itu masukkan ke dalam jerigen atau botol aqua, tutup rapat dan diamkan selama 3-7hari agar terfermentasi dengan baik.

Fermentasi bahan ini bila berhasil ditandai dengan baunya yang segar, tidak berbau busuk, bahan padatan mengendap dan air agak sedikit mengental, tekanan botol meningkat akibat produksi gas hasil fermentasi dalam botol, serta keluar gelembung atau sedikit busa.


artikel budidaya jangkrik lanjutan: Aplikasi pada jangkrik adalah dengan cara mencampur ramuan ini dengan air bersih (air sumur atau air PDAM yang telah diendapkan selama 2malam) dengan perbandingan 1:10 (1 bagian ramuan, 10 bagian air), aduk merata, kemudian disemprotkan ke pakan hijauan jangkrik, atau dapat pula sebagai cairan perendam pakan hijauan jangkrik. Berikan secara rutin tiap 3hari sekali.

Penambahan ramuan herbal ini diberikan mulai dari jangkrik umur 1hari smpe sebelum panen.
Dengan ramuan herbal ini diharapkan jangkrik menjadi lebih lincah, nafsu makan tetap terjaga, hingga jangkrik tetap sehat sampai panen.

Mudah bukan membuat ramuan herbal untuk jangkriknya. Silahkan dicoba, mudah2an bermanfaat. Terimakasih banyak.

Ilmu dari om Zuhardi Daniel dan diramu gado2 pengalaman pribadi Jamal Rajajangkrik
(Terimakasih banyak)

artikel terkait :
vitamin jangkrik
vitamin buat jangkrik
kandungan vitamin jangkrik
vitamin pada jangkrik
vitamin khusus jangkrik
jenis vitamin jangkrik
vitamin untuk ternak jangkrik
vitamin untuk indukan jangkrik
vitamin buat ternak jangkrik
vitamin jangkrik aduan
vitamin untuk budidaya jangkrik
obat vitamin jangkrik


Langkah antisipatif perubahan cuaca ekstrim agar ternak jangkrik dapat bertahan hingga panen.
(Judul lebay, silahkan diabaikan)
Oleh www.rajajangkrik.com
artikel budidaya jangkrik pada www.tokopedia.com/rajajangkrik
untuk pesan telur jangkrik dari kami. Call 085608575111, pin bbm D6109232

Cuaca indonesia yang tidak menentu akibat dari salah mongso alias salah musim ditandai dengan musim hujan yang mundur dari biasanya, siang hari panas bukan main, sorehari hujan smpe mal.  Suhu udara siang dan malam terpaut jauh +- 5-8°c. Hal itu menyebabkan jangkrik malas makan, daya tahan tubuh menurun, gampang terkena penyakit dan virus. Akhirnya panen pun tidak sesuai harapan.

Berdasarkan pengalaman dari para petani jangkrik senior, perubahan cuaca tidak akan berpengaruh secara signifikan pada jangkrik apabila peternak memberikan perlakuan khusus pada jangkrik ternakannya. Memang sedikit menghabiskan waktu dan biaya produksi bertambah, namun hasil panen akan terjaga, tetap bagus, jangkrik tetap sehat, gemuk dan lincah.

Lalu apa saja perlakuan khusus yang diberikan pada jangkrik untuk mengatasi cuaca ekstrim. Berikut ini ulasannya pada artikel budidaya jangkrik ini

1. Menjaga suhu dalam box.
Menjaga suhu dalam box jangkrik amat diperlukan agar suhu dalam box sesuai dengan suhu yang dibutuhkan jangkrik untuk hidup. Karena bila suhu kurang dari standart kebutuhan jangkrik, maka yang terjadi adalah jangkrik menjadi malas makan, malas beraktifitas, sembunyi di dalam eggtray atau klaras dan akhirnya pertumbuhan jangkrik menjadi lambat.


artikel yang mungkin berkaitan : 
memelihara jangkrik agar tidak mati, makanan jangkrik biar tidak mati, biar jangkrik tidak cepat mati
agar jangkrik tidak cepat mati, cara agar jangkrik tidak cepat mati, makanan jangkrik agar tidak cepat mati, merawat jangkrik agar tidak cepat mati, cara memelihara jangkrik agar tidak cepat mati, cara merawat jangkrik biar tidak cepat mati, cara jangkrik tidak mudah mati

Dengan manipulasi suhu, diharapkan jangkrik tetap aktif, makan dengan rakus dan pertumbuhan stabil.
Cara manipulasi suhu dalam box jangkrik adalah dengan cara memberikan lampu pijar (lampu dop) dengan daya 5-10watt pada 4 titik dalam box. Dengan penambahan lampu pijar, diharapkan suhu dalam box menjadi meningkat. Pengukuran suhu dapat menggunakan termometer ruangan sehingga didapatkan hasil pengukuran suhu yang akurat, stabil di angka 28-31°c.

Apabila masih kurang dari suhu ideal, maka titik lampu bisa diperbanyak, atau box jangkrik ditutup dengan terpal 3/4 bagian. Apabila terlalu panas, maka daya lampu bisa dikurangi atau titik penempatan lampunya bisa diatur sedemikian rupa sehingga tercipta suhu yang ideal. Penyalaan lampu dalam box dimulai sejak jangkrik umur 10-12 hari, ketika bayi jangkrik sudah mulai membutuhkan suhu hangat, dinyalakan ketika malam hari atau sesuai kebutuhan (cuaca hujan/ dingin)

(Bersambung)




(Share artikel ini bila bermanfaat)

Gejala jangkrik  terkena Virus kelumpuhan (Cricket paralysis Virus CPV) :
Jangkrik akan terbalik tiba-tiba, kejang-kejang, lumpuh, dan kemudian mati.
Umur jangkrik yang rentan terinfeksi virus ini adalah ketika melewati tahap larva muda atau hampir tumbuh sayap sempurna.
Jangkrik mati perlahan-lahan, sedikit demi sedikit selama beberapa hari, meskipun mereka muncul keluar terlihat sehat, bisa saja mereka tiba2 terbalik, terlentang dan tidak bisa bangun, kaki belakang kejang-kejang beberapa jam kemudian akan mati. Jangkrik yang teramati diam dan lemas akhirnya juga akan mengalami kematian massal.

Cricket Paralysis Virus (selanjutnya akan kami sebut Virus atau CPV) merupakan penyakit serangga yang mematikan dan menjadi momok bagi para peternak jangkrik di seluruh dunia.

Virus ini merupakan virus RNA yang pertama kali ditemukan di beberapa spesies jangkrik Australia beberapa tahun lalu. Sejak itu, telah ada lebih banyak strain "CPV" diamati pada berbagai spesies jangkrik. Infeksi terbaru adalah jenis yang berbeda dari virus dari CPV asli yang mungkin merupakan hasil dari perkembangan mutasi gen virus aslinya.

Wabah terbaru terjadi pertama di jangkrik lokal Eropa, dan kemudian menyebar ke Amerika Serikat dan Kanada. Pada tahun 2002, peternakan jangkrik dan serangga pkan reptil di eropa dan kanada  mengalami Wipeout, bencana kematian massal jangkrik. Kemudian, pada tahun 2010, virus mulai menghancurkan populasi jangkrik di peternakan seluruh Amerika Utara.
CPV terindikasi menular dan menyebabkan kematian pada satu spesies jangkrik yaitu spesies Acheta domesticus. Sayangnya, pada saat virus itu melanda amerika dan eropa, semua peternakan disana sedang mengembangkan jenis jangkrik Acheta Domesticus yang rentan tertular virus ini.
Banyak peternak menjadi bangkrut karena seluruh populasi jangkriknya mati dalam waktu sekejap, mereka dipaksa gulung tikar lebih awal. 5 dari 10 peternakan besar di Amerika terpaksa menutup usahanya. .

Menurut sebuah artikel di Kalamazoo Gazette, Bob Eldredge dari Top Hat Cricket mengatakan:

"Virus ini menyebar di peternakan kami seperti tidak pernah kita lihat sebelumnya ... Kami melihat jangkrik mati di mana-mana dalam hitungan minggu. Kami telah membuang setidaknya 30 ton jangkrik siap panen, sia-sia"

Top Hat Cricket menutup toko pada tahun 2010 setelah mencoba untuk melawan virus tanpa keberhasilan. Mereka memutuskan untuk membangun kembali bisnis dengan beralih ke spesies yang berbeda dari jangkrik. Bagian yang sulit untuk beralih ke spesies baru adalah bahwa AS membutuhkan persetujuan dan pencapaian izin. Juga, sebelum virus ini tersebar secara masiv, Acheta domesticus adalah satu-satunya jenis jangkrik yang disetujui oleh badan kesehatan hewan amerika serikat untuk ditangkar dan dikembangbiakkan secara massal. Sebagai respon terhadap kehancuran yang diakibatkan virus ini, petani jangkrik amerika akhirnya  menerima izin untuk mengembang biakkan dan menjual Gryllus assimilis, yang merupakan jenis jangkrik coklat, sangat mirip dengan jangkrik rumah populer, tapi yang kebal terhadap densovirus tersebut.

Pada bulan Agustus 2011, Top Hat memperoleh izin komersial mereka untuk memulai peternakan mereka. Situs web mereka menyatakan bahwa mereka akan memulai memproduksi jangkrik dan berjualan jangkrik hidup lagi di musim panas 2012.

Jika ada bencana penyebaran virus jangkrik kembali, itu semua akan memberikan pelajaran yang sangat penting pada kita. Kita harus siap, siap untuk beradaptasi dan tidak terlalu bergantung kepada salah satu cara pencegahan dan pengobatannya. Petani harus menyadari dan menemukan jenis jangkrik baru yang tahan terhadap virus ini kemudian mengembangbiakkannya. Pemilik hewan peliharaan dan toko atau kios penjual serangga pakan burung juga harus mulai belajar beternak serangga sebagai pasokan kebutuhan langganan mereka sendiri, untuk mengatasi kelangkaan pasokan dari peternak serangga apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap jangkrik dari peternakan mereka.
(Diolah dari berbagai sumber)