Alasan Mengapa Jangkrik Kalung Makin Jarang Diminati Peternak

Baca Juga


Dulu, sebelum peternakan jangkrik belum sebooming sekarang, banyak orang masih beternak jangkrik kalung. Jangkrik kalung adalah jangkrik yang berwarna hitam, memiliki postur tubuh yang besar dan panennya lebih cepat. Jangkrik kalung ini banyak beredar di pasaran sebagai pakan burung kicauan ataupun sebagai umpan mancing.

Namun tampaknya, akhir-akhir ini popularitas jangkrik kalung mulai tersaingi oleh dua jenis jangkrik lain yang dapat diternak pula. Yaitu jenis jangkrik alam dan jenis jangkrik madu. Populasi peternak jangkrik kalung semakin sedikit, bahkan beberapa kios burung hanya menjual jenis jangkrik alam dan jenis jangkrik madu untuk memenuhi kebutuhan langganannya.

jangkrik kalung jarang diminati peternak
jangkrik kalung jarang diminati peternak

Banyak alasan mengapa jenis jangkrik kalung mulai ditinggalkan oleh penghobi kicau mania. Selain karena tubuhnya lebih keras, kaki jangkrik kalung ini juga terlalu keras dan mengandung banyak duri. Duri-duri inilah yang sering melukai tenggorokan burung kicauan sehingga mengakibatkan burung kicauan sakit dan mati.

Sedangkan bila menggunakan jangkrik madu atau jangkrik alam, kondisi badan jangkrik alam atau madu lebih lembut, tidak banyak mengandung air. Maka burung kicauan akan mudah untuk menelan.

Selain itu, menurut para peternak jangkrik yang sudah mencoba beternak berbagai jenis jangkrik, jenis kalung hanya mahal jika stok jangkrik alam dan madu di pasaran mulai berkurang. Selebihnya, di bulan-bulan dimana jangkrik alam dan madu panen banyak, jangkrik kalung harga jualnya akan anjlok. Bahkan ada juga hasil ternakan jangkrik kalung dibeli dengan harga yang sangat murah. 

Sementara itu, jenis jangkrik lainnya seperti jangkrik alam dan madu harganya masih stabil, meskipun dijual pada bulan-bulan yang lain.


Subscribe to receive free email updates: