Mengapa Telur Jangkrik Kempes atau Gembos saat diperam atau ditebar?

Menetaskan telur jangkrik dikatakan berhasil apabila tingkat keberhasilan penetasan berkisar antara 80-90%. Akan ada sekitar 10-20% yang tidak menetas. Hal itu wajar karena berbagai faktor. Namun adakalanya telur jangkrik sudah terlebih dahulu kempes atau gembos saat dalam pemeraman. 

Penyebab telur jangkrik gembos atau kempes saat pemeraman diakibatkan oleh berbagai faktor. Faktor utama penyebab telur jangkrik kempes adalah suhu dan kelembaban dalam pemeraman yang tidak dijaga sesuai dengan kebutuhan telur untuk menetas. 

Telur jangkrik setelah tiba ditempat anda, segera cek kondisinya. Apakah masih muda (ditandai dengan warna telur yang masih kuning/putih, dan belum keluar mata diujung telur) ataukah sudah cukup tua (warna kecoklatan dan ada titik hitam diujung telur). Bila kondisi telur masih muda, berarti wajib diperam terlebih dahulu.

Untuk menjaga telur jangkrik tidak gembos atau agar tetap bagus saat diperam dan tidak mengalami gembos/kempes, saat pemeraman suhu harus tetap dijaga stabil di 27 derajat c dengan kelembaban diatas 85%. Caranya dengan menambah koran sebanyak-banyaknya dalam toples pemeraman. 

Cek kondisi telur di dalam pemeraman secara berkala, apabila terlihat koran yang digunakan untuk membungkus telur menjadi kering, berarti koran tersebut wajib disemprot embun. Hal itu untuk menjaga kondisi pemeraman tetap lembab. Sehingga telur jangkrik dalam pemeraman tetap keras dan tidak gembos. Gembosnya telur jangkrik dalam pemeraman itu dikarenakan kadar air dalam cangkang telur yang berkurang secara drastis akibat penguapan. 

Bila telur jangkrik mengalami kempes atau gembos, dapat dipastikan telur jangkrik tersebut tidak akan menetas dengan sempurna. Maka berhati-hatilah. Mencegah lebih utama daripada mengobati!! 

0 Response to "Mengapa Telur Jangkrik Kempes atau Gembos saat diperam atau ditebar? "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel