Rajajangkrik-Info Terbaru 2020, Budidaya ulat hongkong

Rajajangkrik-Info Terbaru 2020, Budidaya ulat hongkong



Budidaya Ulat Hongkong
Penyeleksian Induk

1.Untuk penyeleksian induk, upayakan tidak lebih dari pada 2 kg, supaya ulat yang menjadi kepompong ukurannya mampu sangat besar (rerata panjang 15 mm serta lebar 4 mm. Sedang ulat dewasa dengan ukuran panjang rerata 15 mm, serta diameter rerata 3 mm akan memulai jadi kepompong seputar 7 sampai 10 hari lagi dengan cara berganti-gantian.



2.Pemungutan kepompong, harus dilaksanakan semasa 3 (tiga) hari sekali, agar kepompong yang telah dibagi serta diletakkan di kotak tertentu menjadi kumbang dengan cara serempak.



3.Penyeleksian kepompong, dilaksanakan 3 hari sekali, dan kepompong yang diambil sebaiknya yang telah berwarna putih kecoklatan. Serta langkah pengambilannya juga, harus berhati-hati janganlah sampai lecet/cacat. Jika berlangsung, karena itu kepompong akan mati busuk. Kepompong yang telah diambil, kita simpan di kotak pemeliharan yang telah dikasih alas koran.Selanjutnya, ditebar demikian rupa. Janganlah sampai bertumpuk, lalu ditutup kembali lagi menggunakan kertas koran sampai rapat.



4.Kepompong bisa menjadi kumbang, dalam umur mulai 10 hari. Serta jika sayap kumbang masih berwarna kecoklatan, jangan diambil dahulu. Diamkan sampai berwarna hitam mengkilat, serta kumbang siap ditelurkan. Satu kotak/peti, kita tebari kumbang seputar 250 gr, serta beri kapas untuk alas untuk bertelur yang telah dibeber.



5.Pembibitan ini didiamkan sampai 7 hari, serta di turunkan jika waktu itu datang. Kumbang yang telah terpisah dari kapas, dikasih kapas baru lagi serta demikian selanjutnya. Tingkat kematian pada kumbang ini, mampu capai 2 s/d 4 % sekali turun.

Rajajangkrik-Info Terbaru 2020, Budidaya ulat hongkong
Rajajangkrik-Info Terbaru 2020, Budidaya ulat hongkong


6.Kapas yang ada telurnya, kita taruh dalam peti terpisah, telur akan memulai menetas sesudah 10 hari. Sesudah umur ulat capai 30 hari baru kita pisahkan dari kapasnya.

Pemberian Pakan



1. Pemberian Pakan untuk ulat bibit.



A.Untuk satu kotak berikan makanan seputar 500 gr, dengan jeda waktu 4 hari sekali. Atau jika makanan telah betul-betul bersih, dengan dikepal-kepal jadi 3 sisi. Fungsinya agar kepompong yang ada, tidak tertimbun makanan sebab jika ini berlangsung kepompong akan busuk.



B.Kecuali ampas tahu serta dedak, makanan seharusnya digabung dengan tepung tulang atau pur, maksudnya supaya kepompong sangat besar.

C.Pemberian pakan untuk kumbang, jangan kebanyakan serta triknya ditebar rata seputar 100 gr sekali makan per tiga hari sekali.



2 Pemberian makan untuk ulat kecil.

Jika ulat masih ada pada kapas, seharusnya pemberian pakan dengan sayuran sosin, capcay atau selada, cabut optimal 4 lembar sampai habis, serta sayuran itu dijemur dahulu sampai 1/2 kering.

Jika makanan biasa, ukurannya 100 gr serta ditebar nantikan sampai makanan itu habis, baru dikasih lagi.

Jika ulat telah terpisah dari kapas, pemberian pakan seputar 1 kg, dengan dikepal serta beberapa ditebar rata. Sedang untuk ulat kecil, satu kotak seputar 2 kg dengan ukuran ulat panjang 6 mm serta diameternya 1,5 mm (usia 30 - 60 hari).

Untuk ulat dewasa (usia 60 - 90 hari), pemberian pakan 1,5 kg s/d 2 kg per kotak, dengan dikepal serta ditebar sedikit.



Tempat Peternakan



Upayakan untuk tempat/bangunan peternakan ini, dibuat dengan cara permanen atau dibuat dari tembok seputarnya. Maksudnya, supaya terlepas dari tikus atau hama semut. Atap dibuat dari enternit, serta 95% bangunan tertutup. Lantai dibuat dari tembok atau ubin.

Temperatur benar-benar memengaruhi perkembangan ulat. Upayakan temperatur dalam ruang, masih di antara 29 - 30 derajat celcius serta tetap lembab. Berarti tidak dingin, serta tidak panas. Temperatur itu, adalah temperatur paling baik untuk ternak ini.



Penyakit



Beberapa ciri ulat yang terserang penyakit serta pengendaliannya:

Kulit ulat kuning kehitam-hitaman. Jangan kebanyakan dikasih makan dari daun-daunan, serta jangan kebanyakan dikasih dedak.

Ulat mati berwarna merah. Jika ini berlangsung, karena itu penangkalannya ialah pemberian pakan tidak basah. Ini harus selekasnya ditangani sebab penyakit ini kecuali menyebar menggempur secara cepat.

Ulat mati berwarna hitamHal ini berlangsung jika pemberian makanan ditebar, umumnya berlangsung pada ulat dewasa umur 1 sampai 3 bulan, karena itu alangkah baik pemberian makanannya dilaksanakan dengan cara dikepal-kepal.



Kemampuan Produksi



Kemampuan produksi dengan induk (ulat dewasa 1 kg)

Dari pembibitan 1000 gr ulat dewasa umur 90 hari, karena itu keseluruhnya kepompong yang akan dibuat ialah 900 gr dengan cara setahap dalam 10 kali pemungutan kepompong.

Dari 900 gr kepompong, maka dibuat 700 gr kumbang sehat serta siap bertelur, dengan tingkat kematian dari kepompong jadi kumbang seputar 2% tiap pemungutan kumbang. Dari 1 kg ulat bibit, maka dibuat 33,1 kg ulat siap jual dengan perincian seperti berikut: Sasaran hasil itu, bisa diraih jika tingkat kematian kumbang cuma 1 % serta makanan terjaga, dan perubahannya bagus.

Makanan untuk 1 kg induk sampai habis terjual: a. Ampas tahu 50 kg kering, b. Dedak 5 kg

Penyusutan

Ampas tahu yang basah sesudah diperas akan menyusut; dari 25 kg basah jadi 15 kg kering, dengan kandungan air l5%


No comments :

Post a comment